Tanggal 6 bulan Juli tentunya bukan tanggal dan bulan populer. Mungkin tidak ada sejarah besar yang terjadi pada tanggal dan bulan tsb, kecuali sedikit yang masih tersisa dari peradaban Mesir kuno; di saat Dewa Tammuz memberkati panen raya di perkebunan-perkebunan tepi sungai Nil. Apalagi soal angka '6' itu, meski populer, tapi ia seolah menjadi sirikan yang berusaha dijauhi banyak orang.
Tentang mitos dan astrologi 6 Juli; banyak peristiwa nahas yang sering terjadi dikaitkan dengan tanggal tsb. Maksud saya angka '6', seperti triple six (666), yang apabila ditulis dengan bilangan Yunani mempunyai bunyi "lux ferre" (lucifer) -dewa kegelapan. Yang dalam ilmu astrologi dikenal juga dengan istilah Venus (bintang fajar). Bahkan orang yang tak percaya tentang astrologi pun, seperti Pramoedya Ananta Toer misalnya ( yang dalam pembukaan kuartet pulau buru, ia menolak mentah-mentah tentang konsep weton) pada akhirnya tunduk pada keganasan angka '6'. Entah lupa atau tidak, nyatanya ia mengeluarkan statmen seperti berikut; "..Dalam sejarah modern kita, selamanya Angkatan Muda menjadi motor perubahan ke arah yang lebih maju, kecuali Angkatan 66.." -begitu cibirnya pada tragedi berdarah yang menzaliminya. Ya. Angka 66 itu, seolah mengutuk orang-orang komunis dalam sejarah di Indonesia.
Dahulu, ketika saya masih kecil, tanggal 6 samasekali tidak familiar bagi saya, seperti halnya mitos-mitos tentang angka setan tersebut. Tidak seperti tanggal 12 (lahirnya kanjeng nabi) dan tanggal besar Islam lainnya yang selalu diperengati di kampung saya. Tanggal 6 tetaplah tanggal 6. Meski ketika saya telah mulai suka membaca beberapa artikel, saya tetap tak percaya mitos itu.
Angka 6 bukan angka setan. Bukan pula pentagram zionis Yahudi, dan triple six itu pula bukan lambang perusahaan keluarga Rothchild, seperti yang disangka orang-orang yang percaya adanya konspirasi fremansory; "novus ordo seclorum" -menaruh dunia di bawah tatanan skuler. Konon, itu jargon operanya.
Mengapa saya tidak percaya itu? Jelas sudah bagi saya, Islam, agama yang saya peluk semenjak sebelum lahir, telah merobah paradigma tentang angka. Islam mengajarkan kepada saya untuk selalu thinking positif, Islam juga menghilangkan seluruh kutukan buruk tersebut melalui konsep teologi akidahnya dengan tegas dan mantap; pada butir sila ke-6 rukun Iman, yang jumlah silanya ada 6 (enam) pula itu!
Dan tahu tidak teman-teman? Tanggal 6 bulan Juli yang mulanya tidak familiar dan populer itu, bahkan cenderung dijauhi itu, tiba-tiba beberapa tahun terakhir ini menjadi hari yang istimewa bagi saya. The great day, macam hari kelahiran saya sendiri. Bukan karena tanggal tersebut memiliki sejarah besar, bukan pula karena weton yang baik, tetapi pada tanggal dan bulan itu, tepatnya 23 tahun silam, Allah menumbuh-retaskan variates baru, dari nutfah Lotus dan Anyelir. Ialah bakal tanaman utama di proyek kebun pribadi yang sedang aku rencanakan. Semoga Allah memberkahi dan merahmatinya, sebagaimana telah Ia lakukan pada tanggal 6 bulan Juli dua dasawarsa silam. Senang sekali; Ya Allah, terima kasih.
*Kudus, 6/07/13

No comments:
Post a Comment