engkaulah anak manusia
bagiku, memahamimu bagai tengah malam
bagiku, memahamimu bagai tengah malam
mencari anak semut hitam, menghindar darimu
sesulit menghindar dari sergapan
angin topan
dan kemudian terjepit di antara keduanya
sesak, seolah hidung tak bisa menyentuh oksigen
engkaulah anak manusia..
tak akan selamanya terhimpit padat.
engkaulah anak manusia..
tak akan selamanya terhimpit padat.
pusaran beliung pasti suatu saat berhenti
dan menjatuhkan pada salah-satu dari kedua sisi
timur atau barat?
tak bisa ditentukan, tak bisa pada keduanya.
karena di tengah, hanya ada bapa Adam semata
yang duduk bertahta melihat anak
cucunya
bapa Adam akan pernah melepaskan tahtanya
bapa Adam akan pernah melepaskan tahtanya
tapi gejolak berebut mahkota meletus kembali
dan tumpah darah di sekelilingnya
tapi bapa Adam tak akan pernah melepaskan tahta
tapi bapa Adam tak akan pernah melepaskan tahta
sampai ketika sudah timur dan barat duduk bersama
dan damai di sekelilingnya
timur dan barat menjadi satu pohon zaitun nan permai;
timur dan barat menjadi satu pohon zaitun nan permai;
dahan-dahannya menjuntai ke segala arah;
buahnya menjadi berkah
khalayak ramai
pohon pun ditebang
pohon pun ditebang
lalu berakhir sudah cerita anak manusia
* 9 November 2012
No comments:
Post a Comment