Petrus Augustus de Génestet (PA de Génestet) (Amsterdam, 21 November 1829 - Rozendaal, 2 Juli 1861) adalah seorang penyair Belanda dan teolog.
Petrus Augustus de Génestet kehilangan kedua orang tuanya pada usia yang sangat muda, setelah itu dia tinggal dengan pamannya, pelukis Belanda Jan Adam Kruseman. Ia belajar di Atheneum Amsterdamse dan Seminarium der Remonstrantse Broederschap untuk menjadi pengkhotbah. Ia akhirnya berhasil menjadi pendeta pada bulan Maret 1852 dan bekerja di Moordrecht.
Pada bulan Desember tahun yang sama, ia mulai bekerja di Delft, kota yang sama yang memiliki Génestetkerk, sebuah gereja yang dinamai menurut namanya. Setelah pindah ke Delft dia menikah dengan Henriette Bienfait di Bloemendaal. Mereka memiliki empat anak. Pada tahun 1859, istri dan anak tertua meninggal karena tuberkulosis, dan karena kesehatannya yang buruk ia harus berhenti bekerja sebagai da'i. Dia pindah ke Amsterdam, tapi menghabiskan sebagian besar musim panas di Bloemendaal. Dua tahun kemudian, pada tahun 1861, ia meninggal di Roozendaal karena tuberkulosis.
Berikut ini karya puisinya;
Dewa musim semi menebarkan
Di hadapan kakimu bunga mawar
Dewa asmara mengantarkan
Kau perlahan, setia dan sabar
Tumbuhlah dalam taman Ayahanda
Di sisi Ibunda, tumbuhlah permai
Bunga mereka terindah di dunia
Engkaulah, wahai anak bulan Mei

No comments:
Post a Comment