Empati, Cinta dan Persaudaraan

Monday, 3 June 2013
Sebuah moment :
siklus seperti malam ini yang terjadi
di negeriku salju berguguran dalam lamunan
apakah karena dingin yang tak tertahankan?
“entahlah..entahlah..“

beberapa gelandangan dengan pakaian lusuh
menggigil kedinginan di depan toko serba-ada
mereka saling berdesakan, mencari hangat
dari diri sendiri

orang-orang tak peduli, begitu juga aku
saraf empatiku membeku, dan tak acuh
kepada betapa dingin yang mereka rasakan



lalu
ketika sebuah ban bekas terbakar
api menyalurkan panas pada alam sekitar
tubuh merekapun menjadi hangat

aku terdecak,
tersadar oleh pelajaran yang berharga
yang tiba-tiba diajarkan alam semesta
ternyata, benda tak berharga itu
lebih bermanfa’at ketimbang aku’
; ia lebih tahu makna “Persaudaraan”
yang sedia terbakar untuk kehangatan orang lain
; ia lebih tahu makna “Persaudaraan”
yang sedia muksa untuk kelangsungan hidup lainnya

tak seperti kata “Persaudaraan”
yang telah kehilangan energi, aku berusah membakarnya
agar tidak lagi dingin dan beku

tanpa berpikir panjang
aku lepas sal dan mantel, dan
aku lemparkan pada nyala api yang semakin meredup
agar pengorbanan ban bekas tak sia-sia
dan Semoga saja :
 “api persaudaraan tetap berkobar menyala-nyala penuh semangat “

tanpa peduli dingin
aku pergi bertelanjang dada
menuju tempat yang lebih mulia
“ Empati, Cinta, dan Persaudaraan “


*Kudus, 26 Juli 2012                                      

No comments: