Showing posts with label Kolom. Show all posts
Showing posts with label Kolom. Show all posts

Evaluasi "Teori Without Money Politic" Paska Pemilu (2014)

Saturday, 19 April 2014
herman-salim.blogspot


: Mohammad Mujab

Tulisan saya "haram hukum money politic karena melanggar uu negara" dan "money politic bukan suap" (lihat di: samansamin.wordpress.com) paling banyak dibaca dalam seminggu ini, namun dampaknya masih nihil. 

Ketika teori "without money politik" kami aplikasikan untuk pendulangan suara, hasilnya belum bisa dikatakan berhasil. Dari 15 ribu suara yang kami tarjetkan, hanya mendapat sekitar 10,03% saja. 

Kebanyakan masyarakat masih tak mau memilih jika tak dikasih uang. Terlepas dari haram dan tidak, nampaknya jurus sisa-sisa orde baru (money politic) itu masih sangat ampuh. 

Elbert Hubbard pernah berkata, "Uang tidak pernah membodohi siapa pun, melainkan hanya menunjukkan siapakah kita?" 
Read more ...

Jejak Nabi Ibrahim a.s. dan Datuk Ibrahim Tan Malaka Mencari Tuhan

Monday, 3 March 2014
“Al-’alamu haditsun, wakullu haditsin lahu muhditsun (Alam Raya adalah barang baru, setiap barang yang baru, pasti ada penciptanya).”
Inilah manthiq (logika) dasar yang saya pelajari di madrasah dulu, sebagai dalil akan adanya Tuhan. Adapun kemudian Tuhan itu dinamakan “Allah”, itu bukan empan ilmu logika, melainkan berasal tauqifiyyah (ilmu yang diajarkan) Rasulullah, yang bersumber dari wahyu.
Namun untuk mengenal (makrifat) Sang Pencipta alam raya yang bernama Allah, tidaklah semudah belajar ilmu manthiq dan ilmu aqidah (teologi). Seseorang membutuhkan perjalanan spiritual yang sangat panjang untuk sampai di titik tersebut! Paling tidak, inilah yang pernah dilakukan Nabi Ibrahim as dan Datuk Ibrahim Tan Malaka.
                                                                                                    ***
Ketika malam telah gelap, dia (Ibrahim as) melihat sebuah bintang, lalu dia berkata; ini Tuhanku. Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata; saya tidak suka kepada yang sirna (tenggelam). Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit, dia berkata; inilah Tuhanku.
Read more ...