Showing posts with label Fabel. Show all posts
Showing posts with label Fabel. Show all posts

Sotya Murca Ing Embanan

Saturday, 8 June 2013

www.tate.org.uk
 Konon katanya; di negeri mataram kuno terdapat suatu daerah yang dihuni kawanan burung. Daerah tersebut Semacam hutan kota. Semacam hutan lindung yang berada di pinggir desa Asmaratunggal. Daerahnya sangat aman dari macam ancaman pemangsa sehingga banyak jenis-jenis burung yang bias kita temui di sana. 
Pada suatu ketika, ada Burung Onta dan Burung Pipit sedang menjalin asmara. Kehidupan mereka di hutan Asmaratunggal cukup damai, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk kota. Tapi tak berlangsung lama kebersamaan mereka itu. Sebab si Pipit adalah kawanan Burung yang selalu berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya. Mengejar musim dan iklim untuk bertahan hidup. Akhiirnya si Papit meminta ijin untuk berkelana. Pada suatu hari, tatkala pipit akan pergi, ia meminta ijin pada burung onta dan berkata, “Wahai kakak, Burung Onta sayangku! Doakan gadis kecilmu inin. Sebab esok hari ia sudah harus pergi. Untuk belajar terbang. Belajar mencari penghidupan. tatkala nanti hutan-hutan sudah ditebang habis, tinggal gunung-gunung telanjang dan dataran lapang. Tatkala tak ada lagi pohon-pohon berbuah manis dan padang sabana yang banyak menyediakan makanan seperti di sini.”.
Si Onta yang mengetahui konsekuensinya jika mencintai pipit, akhirnya  mengijini. Sebenarnya hatinya was-was, tak tega melihat burung sekecil pipit harus menghadapi kemungkinan buruk dalam pengembaraannya. Dengan nada yang agak mengambang si Onta berkata, “Jika itu perintah orang tuamu sebaiknya kau berangkat. Sebab tiada yang lebih utama dalam hidup ini melebihi menurut perintah. Kau lebih utama dari seorang perwira yag mendapat mandat seorang raja. Raja memerintah hanya dengan kekuasannya, sedangkan orang tuamu memerintah  dengan kasih sayangnya. Adikku, jika memang harus pergi? Pergilah. itu juga untuk kebaikanmu.”.
Read more ...