HUJAN MEREBUT TANAHKU

Friday, 31 May 2013

Sore yang hujan,
di atas kursi mungil aku duduk ditemani segelas kopi

Hujan mereda merendam basah sebidang tanah
tempatku bermain semasa kecil

Aku masih tetap duduk,
tak sedikitpun bergeser dari atas kursi mungil


Aku masih seorang selalu,
yang dicipta untuk mengenang masa lalu

Meski hujan merebut tanah tempatku bermain,
namun di sana masih ada jejak kakiku
berlari mengejar layang-layang

Meski gemuruh tak pernah berhenti menakuti,
aku pun tak takut untuk terus bermimpi


Ketika bola berhasil aku dapat,
serangan datang bertubitubi merintangi,
namun aku berusaha mempertahankan;
 mengkocek kanan-kiri melewati lawan


Impian itu berusaha aku giring
mendekati tiyang gawang,
tak pernah aku lepas, meski
alam turut serta menumpahkan hujan

Aku tak peduli,
aku terus bermain
menggiring bola ke ujung senja


Sebagai seorang selalu,
yang dicipta untuk mengenang masa lalu,
aku menolak lupa masa kecil dulu


Jika di masa itu alam tak bisa menghentikan langkah kita,
mengapa sekarang kita mudah putus asa

"mengapa?"

No comments: