Gadis Pencuri Pepaya

Monday, 17 June 2013
Siang semrawut, debu-debu menggeliat kepanasan, mencari seteguk air kendi
tak dapat, sebab semua tlah dikalengkan serupa brendi: semua jadi instan

Dahulu,
tanahair bermurah hati, banyak kendi, berjejer diatas pagar,
nunggu pejalankaki ketelak, benarbenar segar,
minuman gratis tanpa bayar

Namun sekarang
adakah kesegaran tersedia pada jambuair,
yang gemrandul menggoda di pinggir jalan
Masih adakah mangga tetangga,
yang jadi obyek kenakalan masaremaja?
tak ada, tak ada bukan !
bahkan kenakalan sekarang sudah dikemas sedemikian rupa

Lihat saja
pepohon pepaya tlah kehilangan buahnya,
tlah dicuri, dibawa lari oleh gadisgadis semlohay,
tak ada lagi buah pepaya yang jatuh terjuntai

Bukan lagi di kebun tempatnya, buah pepaya kini dijajakan di indo-mall-market,
satu tempat dengan air mineral, jambu, dan minuman berkaleng lain,
dalam satu almari kaca berkeringat dingin, dikemas cantik,
secantik pelayan yang menawarkan;
"monggo dipilih, pepayanya masih segarsegar, lho mas..!"- ujarnya genit, pada calon pembeli.

No comments: