Riwayat

Wednesday, 29 January 2014

Nama pena saya Qolan. Saya lahir di desa Jekulo -sebelah timur kota- Kudus pada 11 April 1986 silam, di sebuah perkampungan pesantren tradisional dari pasangan sederhana yang sangat memerhatikan bidang pendidikan Agama.

Ayah saya seorang guru ngaji dan guru di madrasah di desa setempat. Ibu saya juga seorang guru di Madrasah Aliyah (MA) Nurul Ulum yang kebetulah salah satu pendirinya adalah kakek (dari jalur bapak) saya. Namun, tidak berlangsung lama Ibu saya sudah diminta oleh ayah untuk berhenti mengajar. Larangan itu semata karena ayah saya adalah murid yang berpegang teguh pada ajaran gurunya, yaitu KH.Muhammadun Pondowan, Tayu, Pati. Yang mana beliau berpendapat; seorang perempuan tidak boleh sekolah. Kalau tidak salah, pendapat demikian didasarkan pada fatwa Ibnu Hajar Al-Haitami dalam bukunya Fatàwi Haditsiyyah.

Meskipun demikian, adik-adik perempuan saya tetap belajar. Ayah dan Ibu saya mendidik sendiri adik-adik saya secara partikelir di rumah. Sedangkan kami (saya dan adik laki-laki) tetap diperbolehkan sekolah oleh ayah. Namun sayangnya, kesempatan yang diberikan oleh ayah dan ibu saya itu tidak saya pergunakan dengan baik. Mungkin karena perangai nakal dan watak pemalas saya pada waktu kecil, sehingga saya sering masuk keluar berapabuah sekolahan, berganti dari satu pesantren ke pesantren lain. Semuanya putus di tengah jalan. Tidak ada yang selesai.

Adapun jenjang pendidikan semrawut itu saya mulai dari Sekolah dasar di SDN 1 Jekulo, dan keluar saat naik kelas 2, melanjutkan di madrasah ibtidaiyyah Mathaliul Falah (milik Alm.KH.Sahal Mahfudz) dan keluar saat pertengahan semester kelas III, lalu Madrasah Nahdlatul Ulama (NU) Kradenan, Kudus. sampai mondok di Al-Falah Ploso, Kediri. juga sama, keluar saat pertengahan akhir kelas III sipir, begitu seterusnya tidak ada yang benar. Jika mengingat itu, saya berduka sekali, menyesal karena tak pernah mengikuti pendidikan dengan baik dan benar.

(Sekilas pendidikan dan masih kecil saya itu, saya rekam dalam novel "Roman Picisan" yang bisa anda baca di blog ini. Sebuah novel oto-biografi yang merangkum sepercik kehidupan saya bersama teman-teman di kampung dalam rentang waktu antara 1994 - 2005.)

Beruntunglah saya pada akhirnya tetap diijinkan untuk melanjutkan sekolah di madrasah wustho Tarbiyyatu as-Shibyan (TBS) setingkat tsanawiyyah, dan dengan kemurahan hati bapak guru saya dinyatakan lulus. Meskipun Madrasah TBS tidak berstatus "disamakan", "diakui" alias ijazahnya tidak bisa dipergunakan untuk bekerja, tapi setidaknya itulah satu-satunya jenjang pendidikan yang bisa saya tamatkan. Dan saya, senang sekali bisa menjadi bagian TBS, karena pada saat itulah saya mulai suka belajar menulis (baca: corat-coret buku).

Kegemaran menulis itu akhirnya berbuah manis. Pada tahun 2011 novel tulisan pertama saya yang berjudul "Taman Iram" diterbitkan oleh Diva Press, Jogja. Selanjutnya, cerpen saya dimuat di situs NU Online. Semua itu stimulan bagi saya.

Dengan adanya "dunia blog" saya tidak lagi berpikir apakah tulisan saya akan diterima atau tidak, akan dimuat atau tidak? Saya tidak peduli. Saya sudah senang sekali bisa menulis dan menpostingnya di blog pribadi ini.

Di tengah-tengah kesibukan saya bekerja saat ini saya masih suka meluangkan sedikit waktu untuk menulis --entah itu cerpen, puisi, esai dlsb. 

Saya masih memiliki keinginan yang belum terwujud; Taman Iram menjadi trilogi. Namun sampai saat saya menulis "riwayat" ini, saya belum memiliki kemampuan tenaga maupun fikiran untuk melanjutkan cita-cita tsb. Semoga dikemudian hari, Allah mengijinkan..

No comments: