Gaung Gunung Kelud Mengalahkan Romantisnya Hari Valentine

Thursday, 13 February 2014

merdeka(dot)com
Seperti kita ketahui bersama, Frebuari identik dengan Valentine, hari yang dipuja-puji semua pemuja cinta. Dari semua lapisan masyarakat, baik tua muda, sedengan, wanita pria, kaum gay lesby, baik dari yang beragama -Protestan, Katolik, Islam Hindu, Budha, Zen, Zoroisme dst- maupun yang tidak bergama, semuanya memujanya, karena semua orang siapapun mereka pasti memiliki cinta dalam hatinya.

Seorang yang otoriter saja, misalnya pak Harto, atau misalnya juga seorang diktator, seperti Hitler, seorang pemimpin kejam dan sadis, yang terkenal sebagai bapak genosid, Jengis Khan, saya yakin mereka memiliki cinta. Minimal, paling tidak kecintaan mereka kepada dirinya sendiri, atau sedikit lebih cinta kepada keluarga, cinta kepada ideologi buah pikirannya, cinta kepada ras bangsanya. Mereka menggenggam cinta itu erat-erat tak akan mau melepaskan meski kematian memaksa dan mengancam. Tak akan mau mereka melepaskan. Sehingga tidak ayal jika hari Valentine itu dipuja-puji disana-sani, di semua negara di seluruh dunia, lebih-lebih kaum muda-mudi, kaum GBHN (generasi binal hedo narsis) pecinta sesaat
.

Tapi, pada hari Valentine tahun 2014 ini, (hari Valentin yang paling cantik dibanding sebelumnya karena ada couple angka "14" pada tanggal dan tahunnya) justru kalah meriah dengan bencana yang terjadi di Indonesia.

Valentine yang sudah berlangsung ratusan tahun lalu di belahan benua eropa dan amerika, dan mulai menggejala di masyarakat Asia, wabil khusus umat Islam Indonesia di era millineum ini rasanya sudah menjadi demam yang sulit disembuhkan. Namun siapa sangka, jerit ketakutan Gunung Kelud kepada Tuhannya mampu mengalahkan riuh-ramai girang-gembira romantisnya Valentin itu.

Letusan Gunung Kelud (13/02/14) yang menjadi kemelud ketakutan dan kesedihan warga di sekitarnya seketika mampu menumbuhkan empati seluruh masyarakat Indonesia. Hampir seluruh masyarakat Indonesia bersama beramai-ramai menyampaikan rasa simpatinya kepada korban bencana meski diantara mereka tiada memiliki hubungan saudara, teman, handai tolan, selain cuma sebagai sudara sekandung Ibu pertiwi. Mereka mengirimkan ucapan belasungkawa itu melalui apa saja, via seluler, Media Sosal; facebook, instagram, path. Bahkan gaung Gunung Kelud Bergelanggan di seantero Jagad Timeland, #PrayForKelud menajadi tranding topic mengalahkan #HappyValentine.

Kalau saya boleh usul, kepada kaum muda-mudi, remaja dan sejoli, sebaiknya untuk tahun ini Hari Valentine di Indonesia tidak usah dirayakan. Sebagai bentuk nyata simpati peduli bencana, lebih baik uang yang akan kita gunakan untuk membeli bunga dan cokelat, kita sumbangkan untuk korban bencana.

Mari bersama-sama kita berdoa untuk keselamatan korban bencana letusan gunung berapi, khususnya Kelud dan Sinabung. Semoga Allah memberi keselamatan, kesabaran serta ketabahan, semoga bencana segera berakhir dan semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik di hari depan..
__________

Mohammad Mujab, Jekulo Kudus, 14/02/2014

No comments: